Sekjen TPPS Achmad Junaidi: Menyiapkan Generasi Mendatang Melalui Penanganan Stunting
SANGATTA – Puncak peringatan Hari Keluarga Nasional diperingati di Kabupaten Kutim dengan menyelenggarakan serangkaian acara di Ruang Akasia, Gedung Serbaguna Bukit Pelangi, Sangatta. Selain mengadakan seminar, dalam kesempatan tersebut juga diserahkan penghargaan kepada pihak-pihak yang dianggap aktif berkontribusi dalam program percepatan penurunan stunting di Kutim.
Dalam satu rangkaian acara seminar bertema “Membedah Hasil Survey Status Gizi dan Data e-PPGM”, diserahkan penghargaan kepada kepala desa, tokoh masyarakat, dan perusahaan-perusahaan mitra. Penghargaan diberikan sebagai bentuk apresiasi, sekaligus memperkuat komitmen untuk terus bekerja keras dalam menyelamatkan generasi bangsa dari ancaman stunting.
Disampaikan Achmad Junaidi, Sekretaris Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) yang sekaligus Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kabupaten Kutim beberapa waktu lalu, menegaskan kembali pentingnya kerja lintas sektoral dalam persoalan stunting di Kutim.
“Pelibatan berbagai pihak, baik pemerintah, swasta, maupun masyarakat, sangat diperlukan. Kami berharap lebih banyak lembaga dan perusahaan yang terlibat secara aktif dalam upaya ini, seperti yang telah dilakukan oleh beberapa perusahaan besar di Kutai Timur,” jelasnya.
Kesempatan peringatan acara Harganas juga dimanfaatkan DPPKB untuk memperkenalkan video klip “GenRe Bonaan”, yang merupakan kampanye kreatif untuk mendorong kesadaran generasi muda terhadap pentingnya merencanakan keluarga dengan baik dan mencegah terjadinya pernikahan dini. Sebagai bagian dari sosialisasi program Bangga Kencana, lagu “GenRe Bonaan” akan didaftarkan sebagai kekayaan intelektual Kabupaten Kutim.
Achmad Junaidi menekankan kampanye kreatif itu harus dilakukan karena penanganan stunting adalah upaya menyiapkan generasi mendatang.
“Pembangunan keluarga yang kuat dan sejahtera harus dimulai dari memastikan bahwa anak-anak terbebas dari stunting. Dengan demikian, kita dapat menciptakan masa depan yang lebih baik bagi generasi mendatang,” tutup Junaidi.
Dukungan konkret dari berbagai pihak diharapkan terus terjadi penurunan angka stunting, menciptakan keluarga yang sejahtera, dan memastikan bahwa generasi mendatang tumbuh dengan sehat dan cerdas.










